Pembelajaran Sejarah Bahasa & Masyarakat Lampung

0
Pembelajaran Sejarah Bahasa & Masyarakat Lampung

E-Edu Lampung

Sejarah Bahasa & Kebudayaan Masyarakat Lampung

Khazanah Budaya Nusantara

Mengenal Sejarah Bahasa & Asal-usul Masyarakat Lampung

Provinsi Lampung memiliki kekayaan sejarah bahasa dan adat istiadat yang unik. Mari pelajari bagaimana bahasa Lampung berkembang dan bagaimana nilai-nilai luhur sang bumi ruwa jurai membentuk masyarakatnya.

1. Asal-Usul & Rumpun Bahasa Lampung

Bahasa Lampung termasuk dalam rumpun **Bahasa Melayu-Polinesia** (sub-kelompok Austronesia). Secara dialek, bahasa Lampung terbagi menjadi dua dialek utama:

  • Dialek A (Api / Pesisir): Dipakai oleh masyarakat di daerah pesisir seperti Lampung Selatan, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat.
  • Dialek O (Nyo / Abung): Dipakai oleh masyarakat di daerah pedalaman seperti Lampung Utara, Tulang Bawang, dan Way Kanan.

2. Perkembangan Aksara Lampung

Aksara Lampung dikenal dengan sebutan **Had Lampung** atau **Kaganga**. Aksara ini merupakan turunan dari aksara Brahmi melalui perantara aksara Kawi (Jawa Kuno).

Secara historis, aksara Lampung digunakan untuk menuliskan naskah-naskah kuno pada media kulit kayu (*tarak*), bambu, dan tanduk kerbau. Naskah tersebut berisi sastra, hukum adat, ilmu pengobatan, hingga mantra-mantra lama.

3. Keragaman Masyarakat Lampung

Masyarakat adat asli Lampung terbagi ke dalam dua struktur adat utama:

Saibatin (Pesisir)

Sistem kepemimpinan bersifat aristokratis dan herediter (turun-temurun dari garis keturunan sulung).

Pepadun (Pedalaman)

Sistem kepemimpinan bersifat demokratis, di mana gelar adat dapat diperoleh melalui upacara *Begawi*.

4. Falsafah Hidup "Piil Pesenggiri"

Masyarakat Lampung memegang teguh pedoman moral dan kehormatan diri yang dinamakan **Piil Pesenggiri**, terdiri dari 4 unsur penting:

  • Nemui Nyimah: Murah hati dan ramah menerima tamu.
  • Nengah Nyappur: Pandai bergaul dan bermasyarakat.
  • Sakai Sambayan: Suka tolong-menolong dan gotong royong.
  • Bejuluk Beadek: Memiliki nama kehormatan/gelar adat.

Sang Bumi Ruwa Jurai

"Satu rumah/wilayah yang dihuni oleh dua keturunan adat (Saibatin dan Pepadun) serta menyambut baik keberagaman masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara."

© E-Edu Bahasa & Kebudayaan Lampung. Materi Pembelajaran Interaktif & Game Edukasi.

  • Lebih baru

    Pembelajaran Sejarah Bahasa & Masyarakat Lampung

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default